Laudry Lavanderia
3PA07
Anggota Kelompok :
Novi Latifah 18514041
Nurma Oktavia
Padma Paramitta 18514362
Rani Hadyaningtyas 18514917
Revisha Avenia 19514124
Tanggal berdiri : 13 Desember 2013
Alamat : Jl. Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bks, Jawa Barat
17435
Visi :
Menjadi laundry
berbasis entrepreneurship
dengan pelayanan professional sehingga menguntungkan untuk pelanggan dan
karyawan.
Misi :
1. Produksi
yang ramah lingkungan
2. Pelayanan
secara professional
3. Ketepatan waktu dalam
penyelesaian
4. Pemisahan baju putih dan
berwarna
5. Kontrol rutin terhadap
sistem pelayanan
6. Pelayanan jasa antar
jemput laundry secara online
I. Operasi Laundry
1.Penerimaan
Cucian
Penerimaan cucian adalah tahap awal dimana akan melakukan
proses cuci-mencuci. Dalam penerimaan pencucian, kami akan menimbang pakaian
tersebut dan menghitung jumlah pakaian tersebut.
2. Pemilihan
/ Seleksi Pakaian
Memisahkan jenis pakaian yang sensitif terhadap mesin, air
atau pun kimia laundry, dengan tujuan untuk menghindarkan resiko yang akan
terjadi nantinya.
3. Penandaan
(Tagging)
Menandai setiap pakaian konsumen agar tidak tertukar satu
sama lain.
4. Proses
Mencuci
a) Pra Cuci : berfungsi untuk
merendamkan pakaian sebelum proses cuci, hal ini bisa membantu untuk mengangkat
kotoran yang berat, sehingga pada saat cuci, tidak ada sisa kotoran yang
menempel. Bisa mengguunakan kimia khusus yang telah tersedia di agen kimia laundry.
b) Cuci : proses dimana pakaian
dibersihkan dalam waktu kurang lebih 45 – 60 menit, agar segala kotoran yang
menempel pada pakaian terangkat, menghasilkan pakaian yang bersih.
c) Bilas dan Pelembut : ini adalah
tahap membilas pakaian yang dimana pelembut akan ikut berperan untuk menetral
kadar sabun yang berlebihan pada pakaian.
d) Pengeringa Ekstrak(Lembab) : pakaian
akan dikeringkan dari kadai air / basah dan saat selesai pakaian hanya tinggal
dikeringkan 100% dengan tenaga surya matahari atau tenaga mesin pengering.
5. Pengeringan
100% dari Kadar Air
Mengeringkan pakaian dengan tabir surya / matahari atau menggunakan
mesin pengering (dryer). Hal ini lah yang sangat mempengaruhi hasil
pengeringan.
6. Penyetrikan
Setrika pakaian setelah pengeringan selesai, waktunya
memberi sentuhan akhir yang rapi dan wangi. Menggunakan suhu setrika sesuai
dengan jenis pakaian, menghindari suhu panas yang berlebihan agar tidak terjadi
resiko hangus. Jika pakaian tersebut memiliki gambar / sablon disarankan
setrika dari bagian dalam gambar.
II. Pembersihan Mesin
1. Mesin
Cuci
Membersihkan mesin cuci seusai pemakaian, membersihkan
bagian dispenser / tempat penuangan kimia laundry sampai bersih, usapkan
lingkaran perekat pintu(door gasket) dan drum agar sisa air cepat mengering.
Hal ini mencegah terjadinya penimbulan jamur yang dikarenakan lembab. Dan untuk
pintu jangan ditutup rapat, agar mendapatkan sirkulasi udara.
2. Mesin
Pengering
Mesin pengering selain berfungsi untuk mengeringkan pakain
secara maksimal, tetapi membantu mengangkatkan debu-debu yang menempel pada
pakaian. Disarankan untuk mesin pengering setiap sekali pemutaran(dengan
kapasitas bervariasi), selalu bersikan filter yang terdapat pada depan
lingkaran pintu. Hal ini harus dilakukan, agar tidak terjadinya penyumbatan di
dalam mesin. Dan untuk di bagian selang pembuangan (fleksibel), bersihkan 2
minggu sekali.
III. Pemilihan Kimia Laundry
1. Sabun
Cair (Detergent Liquid)
Fungsi sabun cair adalah untuk mengangkat noda lemak yang
membandel dari pakaian. Dan sabun cair direkomendasikan untuk mesin cuci buka
depan (front loading)
2. Sabun
Bubuk (Detergent Powder)
Sabun bubuk biasa digunakan untuk mesin cuci buka atas (top
loading), tetapi ada beberapa sabun bubuk yang direkomendasikan untuk mesin
buka depan (front loading). Teatapi tetap harus cermat untuk memilih sabun.
3. Pelembut
(Softener)
Pelembut berperan sebagai penetralisir kadar busa yang
tersisa di pakaian, jadi jangan beranggapan pelembut ini adalah pewangi untuk
pakaian. Wangi yang disajikan adalah variasi agar konsumen tertarik
untuk
memilihnya.
4. Pelicin
Pelicin ini digunakan untuk membantu pada saat penyetrikaan
pakaian agar tidak kusut.
5. Pewangi
(Parfum)
Pewangi adalah sentuhan terakhir pada pakaian. Setelah
pakaian selesai di setrika, diamkan sampai hilang hawa panasnya. Lalu berikan
semprotan pewangi ke pakaian dan kemaslah pakaian ke dalam plastik laundry.
IV. Tata Cara Penandaan Pakaian
(Tagging)
Berikut
adalah cara melakukan penandaan pada pakaian yang baik dan benar :
Siapkan pakaian yang akan ditandakan, penandaan ini
bermaksud untuk memberi inisial pakaian agar tidak tertukar antara konsumen ke
konsumen yang lain. Pastikan alat penanda sudah disiapkan seperti : tag gun,
tag pin dan label pin. Masukkan tag pin dalam tag gun, pastikan tagi pin dalam
posisi pas, lalu sediakan label pin yang telah berada dalam jarum tag gun,
carilah posisi penandaan yang pas dan tembakkanlah tag gun sampai tag pin
tembus pada pakaian. Untuk penempatan tag pin harus posisi yang terlindungi, bermaksud
menghindarkan dari panas mesin pengering dan tertatik dari pakaian yang lain.
Posisikan tag pin pada dalam pakaian, agar perlindungannya lebih aman. Setelah
pakaian diseleksi untuk di setrika, jangan lupa untuk melepaskan tag pin dan
label pin tersebut dari pakaian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar