Kamis, 25 Juni 2015

Proses Berpikir dan Berbahas Pada Anak

Proses Berpikir Pada Anak

Berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif dan merupakan penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Salah satu aspek dalam teori pikiran adalah memperhatikan perkembangan pengetahuan anak-anak dalam apa yang dimaksud dengan berpikir dan menunjukkan aspek lain dalam kognisi, sebuah topik yang berhubungan dengan metakognisi sebaik dalam menggambarkan perwakilan (representation). Semakin sering anak-anak melatih otot berpikirnya, akan semakin mudah menerima pelajaran di sekolah. Inilah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak :
  • Buat pertanyaan spesifik 
“Hasil penelitian menyatakan, orang tua punya pengaruh jangka panjang bagi perkembangan memori anak dengan cara sering memberikan banyak pertanyaan yang spesifik saat mereka kecil,” kata Catherine Haden, Ph.D, guru besar psikologi dari Loyola, University Chicago. Contoh: usai dari kebun binatang, tanyakan pada anak Anda, “apa warna binatang favoritnya?” atau tanyakan, “seperti apa bentuk kandang burung elang? upaya memberikan pertanyaan detail akan membantu ingatannya. 
  • Lakukan permainan yang berhubungan dengan ingatan
Bermain kartu akan melatih konsentrasi anak. Atau saaat di mobil, buatlah permainan sederhana seperti mengatakan “saya akan pergi ke kebun binatang, di sana saya akan melihat binatang…..” biarkan anak melengkapi kalimat tersebut. Sebelumnya mereka harus mengikuti kata-kata yang Anda ucapkan.
  •  Lakukan dengan gerakan
Aktivitas melihat atau mengamati akan membantu menguatkan pikiran si kecil. Contoh, saat mengajarkan arah kiri coba minta kedua tangan anak Anda membentuk huruf L (left=kiri). Atau saat bilang kanan minta tangan kanannya menunjuk arah kanan. Atau gunakan alat peraga untuk mengajarkanya benda-benda yang ada di rumah seperti handuk, sapu, atau lampu.
  • Lakukan terlebih dahulu yang lebih berat
Jika diberi tugas membaca puisi tanpa menggunakan teks oleh sekolahnya, bantu si anak dengan cara menghafal bagian puisi yang kata-katanya panjang lebih dahulu. Jika anak terbiasa dengan sesuatu yang berat, saat diberikan yang ringan, ia akan cepat mengingat.
  •  Latihan, latihan, latihan 
Buatlah kuis mengenai susunan huruf dan angka dalam tabel. Kemudian minta mereka menyebutkan angka-angka dan huruf yang ada di tabel tersebut tanpa melihat. Usai mengetes kemampuan mengingatnya, mita mereka menulis kata yang paling sulit diingat di tabel itu. Si anak akan merasa kalau berpikir adalah proses aktif. Saat mereka bisa menyebut semua angka dan huruf dengan benar, mereka akan minta yang lebih sulit lagi, artinya memorinya akan terus dilatih. 

Contoh kasus berpikir pada anak :
Dalam penelitian DeLoache, anak-anak berumur 2 dan 3 tahun diminta untuk menemukan mainan yang tersembunyi dalam sebuah ruangan. Sebelum mencari objek, mereka diperlihatkan sebuah gambar atau model skala ruangan, dengan lokasi persembunyian objek dibuat jelas di dalam gambar atau model. Kemudian anak-anak disuruh menemukan mainan di ruangan.Setelah mencari mainan di ruangan itu, mereka kembali pada model dan diminta untuk menemukan dimana miniatur mainan itu disembunyikan. Jika anak-anak tidak dapat menemukan dimana miniatur mainan sesungguhnya diruangan tapi dapat menemukan miniatur mainan dalam model skala, kegagalan mereka untuk menemukan mainan asli tidak dapat disebabkan karena mereka lupa dimana miniatur itu disembunyikan tapi bahwa anak itu tidak dapat menggunakan model dalam bentuk simbolik.
Proses Berbahasa Pada Anak 

Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran, dan emosi. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat  pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 - 10% pada anak sekolah.  
Adapun penyebab dari keterlambatan bicara ini disebabkan oleh beragam faktor, seperti :
  • Hambatan Pendengaran
Pada beberapa kasus, hambatan pada pendengaran berkaitan dengan keterlambatan bicara. Jika si anak mengalami kesulitan pendengaran, maka dia akan mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa. Salah satu penyebab gangguan pendengaran anak adalah karena adanya infeksi telinga.  
  • Hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor 
Ada kasus keterlambatan bicara yang disebabkan adanya masalah pada area oral-motor di otak sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya ketidakefisienan hubungan di daerah otak yang bertanggung jawab menghasilkan bicara. Akibatnya, si anak mengalami kesulitan menggunakan bibir, lidah bahkan rahangnya untuk menghasilkan bunyi kata tertentu.  
  • Masalah Keturunan
Masalah keturunan sejauh ini belum banyak diteliti korelasinya dengan etiologi dari hambatan pendengaran. Namun, sejumlah fakta menunjukkan pula bahwa pada beberapa kasus di mana seorang anak anak mengalami keterlambatan bicara, ditemukan adanya kasus serupa pada generasi sebelumnya atau pada keluarganya. Dengan demikian kesimpulan sementara hanya menunjukkan adanya kemungkinan masalah keturunan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi.  
  • Masalah Pembelajaran dan Komunikasi dengan Orang Tua
Masalah komunikasi dan interaksi dengan orang tua tanpa disadari memiliki peran yang penting dalam membuat anak mempunyai kemampuan berbicara dan berbahasa yang tinggi. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka berkomunikasi dengan si anak lah yang juga membuat anak tidak punya banyak perbendaharaan kata-kata, kurang dipacu untuk berpikir logis, analisa atau membuat kesimpulan dari kalimat-kalimat yang sangat sederhana sekali pun. Sering orang tua malas mengajak anaknya bicara panjang lebar dan hanya bicara satu dua patah kata saja yang isinya instruksi atau jawaban sangat singkat. Selain itu, anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk mengekspresikan diri sejak dini (lebih banyak menjadi pendengar pasif) karena orang tua terlalu memaksakan dan "memasukkan" segala instruksi, pandangan mereka sendiri atau keinginan mereka sendiri tanpa memberi kesempatan pada anaknya untuk memberi umpan balik, juga menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan bicara, menggunakan kalimat dan berbahasa. 
  • Faktor Televisi
Anak batita yang banyak nonton TV cenderung akan menjadi pendengar pasif, hanya menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk. Belum lagi suguhan yang ditayangkan berisi adegan-adegan yang seringkali tidak dimengerti oleh anak dan bahkan sebenarnya traumatis (karena menyaksikan adegan perkelahian, kekerasan, seksual, atau pun acara yang tidak disangka memberi kesan yang mendalam karena egosentrisme yang kuat pada anak dan karena kemampuan kognitif yang masih belum berkembang). Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu yang mana seharusnya otak mendapat banyak stimulasi dari lingkungan/orang tua untuk kemudian memberikan feedback kembali, namun karena yang lebih banyak memberikan stimulasi adalah televisi (yang tidak membutuhkan respon apa-apa dari penontonnya), maka sel-sel otak yang mengurusi masalah bahasa dan bicara akan terhambat perkembangannya. 

Contoh kasus proses berbahasa pada anak  :
Contohnya, seorang anak yang berusia 3 tahun rata-rata hanya dapat mengatakan kata “mama”, “papa”, “hai”, dan kata-kata lain yang mudah diucapkan oleh mereka. Hal tersebut dikarenakan kognitif mereka yang baru akan berkembang, sehingga dalam berbahasa pun mereka masih menggunakan kata-kata yang sederhana.

Sumber :
http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/thinking.pdf
http://www.parentsindonesia.com/article.php?type=article&cat=kids&id=521
https://psychologystudyclubuii.wordpress.com/2012/10/23/proses-berpikir-pada-anak-dan-pengaruhnya-terhadap-memori/
http://www.e-psikologi.com/artikel/anak/gangguan-keterlambatan-bicara-dan-faktor-penyebab 

Sabtu, 06 Juni 2015

Persiapan Penampilan Bakat

Hasil gambar untuk gambar kartun bermain piano 
Penampilan bakat yang akan saya tampilkan adalah bermain piano sambil bernyanyi. Sebelum saya menampilkan penampilan tersebut, ada beberapa hal yang harus saya persiapkan. Dimulai dari memilih lagu apa yang ingin saya mainkan dan nyanyikan. Setelah melihat-lihat daftar lagu, akhirnya saya memilih lagu Jar of Hearts yang dinyanyikan oleh Christina Perri.  Lalu, saya mulai mencari chord piano dan lirik dari lagu Jar Of Hearts. Ketika chord sudah ditemukan, saya mulai menghafal lagunya. Setiap hari sepulang kuliah saya selalu berlatih untuk memberikan penampilan yang maksimal. Sampai pada akhirnya, saya sudah lancar memainkan chord-chord tersebut dengan lancar.

  Karena penampilan saya adalah bermain piano, sangat tidak memungkinkan untuk membawa piano ke kampus. Maka, saya berpikiran untuk merekam (video) saat saya bermain piano di rumah. Saat sedang direkam, banyak kendala yang sangat menghambat. Mulai dari lupa chord, lupa dengan lirik lagunya, tempo yang saya mainkan terlalu cepat, dan masih banyak lagi. Tetapi saya tetap berusaha fokus sampai akhirnya saya mendapatkan hasil video yang sudah siap untuk diperlihatkan ke teman-teman dan juga dosen saya. Tinggal menunggu waktu untuk menampilkan video tersebut. Saya harap, teman-teman saya menyukainya.