Kamis, 19 Maret 2015

Sensasi dan Presepsi




PROSES SENSASI-PRESEPSI PADA MANUSIA

- Proses dari bawah ke atas (bottom-tom processing)
Pemrosesan yang diawali oleh reseptor sensoris mencatat informasi dari lingkungandan mengirimkannya ke otak untuk di analisis. Dipicu oleh masuknya rangsangan.
Contoh : Pengalaman saat pertama kali mendengar lagu kesukaan anda. Anda akan menggunakan indera Andan untuk mendengar secara seksama untuk merasakannya.

- Proses dari atas ke bawah (top-bottom processing)
Pemrosesan informasi persepsi yang dimulai dengan proses kognitif pada tingkat otak yang lebih tinggi. Proses ini terjadi ketika kita merasakan apa yang sedang terjadi dan mengaplikasikan kerangka kerja tersebut pada informasi dari dunialuar. Proses kognitif yang dimaksud diantaranya adalah pengetahuan.
Contoh : Anda teringat dan mendengarkan lagu kesukaan anda di pikiran anda sekarang.Ketika anda mendengar lagu tersebut di telinga dalam pikiran anda, anda sedang mengalami pengalaman persepsi.

- Proses dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas
Kedua proses ini terjadi ketika kita merasa dan mempersepsikan dunia. Jika sedang sendiri, telinga kita hanya dapat memberikan informasi yang datang mengenai suara dari lingkungan. Hanya ketika kita mengartikan apa yang didengar oleh telinga (bawah ke atas) dan apa yang diinterpretasikan oleh otak (atas ke bawah) barulah kita benar-benar memahami secara penuh bagaimana kita mempersepdikan suara di dunia kita.
Contoh : Ketika kita bermain puzzle tanpa melihat kotak kemasannya,kita akan merasa kesulitan karena harus menyusun potongan tersebut tanpa mengetahui bentuk aslinya. Anda harus menyusun berdasarkan bentuk dan warna dari tiap potongan untuk menentukan apakah potongan-potongan tersebut sesuai. Akan tetapi jika mengetahui gambar akhir dari puzzle tersebut, anda akan dengan mudah menyusunnya. Proses seleksi yang anda lakukan didasarkan pada pengalaman sebelumnya (proses dari atas ke bawah).

"Sensasi dan Persepsi tidak dapat dipisahkan, karena secara otomatis otak meresepsi informasi dari organ indera "


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PERSEPSI

FAKTOR INTERNAL 
1. Alat indera,  syaraf,  dan  pusat  susunan  syaraf
Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus.  Di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu  otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon  diperlukan syaraf motoris.

2. Perhatian
Untuk menyadari atau untuk mengadakan persepsi diperlukan adanya  perhatian, yaitu merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan  dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan  atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek. Dari hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengadakan persepsi ada syarat-syarat yang bersifat :
a)     Fisik atau kealaman
b)     Fisiologis
c)     Psikologis
Berdasarkan atas penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa perhatian itu ada bermacam-macam, sesuai dari segi mana perhatian itu akan ditinjau. Ditinjau dari segi timbulnya perhatian, perhatian dapat dibedakan atas perhatian spontan dan perhatian tidak spontan.

FAKTOR EKSTERNAL
1. Objek yang dipersepsi
Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor.  Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung  mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor. Banyak objek yang dapat dipersepsi, yaitu segala sesuatu yang ada di  sekitar manusia. Manusia itu sendiri dapat menjadi objek persepsi. Orang yang  menjadikan dirinya sebagai objek persepsi disebut sel-perception. Pada  umumnya objek persepsi diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

  • Manusia, objek yang berwujud nonmanusia ini disebut person  perception atau social  perception.
  • Nonmanusia, persepsi  yang  berobjekkan  nonmanusia  disebut  nonsocial  perception  atau  things  perception.
  • Konsistensi  Dalam  Persepsi
2. Nilai-nilai dan kebutuhan
Seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.
PROSES PERUBAHAN SENSASI-PRESEPSI 

1)   Stimulus --->  cahaya, suara, suhu
2)   Transductive ---> sinyal listrik ---> impuls syaraf
3)   Brain: Primary Area ---> impuls syaraf menjadi sensasi
4) Brain: Association area ---> sensasi diubah menjadi image yang  bermakna (persepsi)
5) Personalized Perception : pengalaman, lingkungan, emosi, ingatan-ingatan personal akan menambah persepsi kita.
Oleh karena itu persepsi bisa tidak mencerminkan stimulus aslinya. Persepsi dapat bias, berubah, atau terdistorsi. 

Sumber : 
http://www.slideshare.net/suherlambang/sensasi-dan-persepsi 


Pendidikan di Indonesia Ditinjau dari Segi Psikologi

        Kualitas pendidikan di Indonesia jika dilihat dari segi psikologi masih sangat rendah. Banyak penyebab yang menjadikan pendidikan di Indonesia itu dipandang belum memadai. Salah satunya adalah anak-anak dijadikan sebagai "robot". Mengapa demikian? Karena tidak sedikit pengajar yang mengajar dengan asal-asalan dan kurang jelas memberi materi, kasarnya seperti mereka mengajar untuk dirinya sendiri. Hanya mereka yang mengerti tetapi muridnya tidak mengerti apa-apa. Tidak sedikit juga jumlah pengajar yang memberi tugas secara berlebihan dan berat. Dampak dari tugas yang berlebihan yaitu anak akan menjadi bodoh. Mereka akan merasa kelelahan sehingga malas untuk memulai belajar. 
        Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya dibidang pendidikan formal saja. Tetapi pendidikan tentang etika dan sopan santunnya juga sangat kurang. Banyak anak-anak yang sudah tidak mementingkan tentang etika dan sopan santun. Contohnya seperti kasus anak-anak SD, SMP, ataupun SMA yang berani sekali bermesraan didepan umum layaknya suami istri yang sah, anak-anak yang berani membully temannya bahkan berani main tangan, anak-anak yang sering kali mengeluarkan "kebun binatang" dari mulutnya, anak-anak yang berani melawan guru atau orang yang lebih tua dari dirinya, dan masih banyak lagi contoh kasus tentang etika dan sopan santun. Itu semua datangnya dari pengaruh tayangan-tayangan di televisi yang sudah tidak mendidik.
        Selain tayangan di televisi, handphone dan internet juga mempengaruhi gaya hidup anak-anak sekolah masa kini. Dari situlah para orang tua banyak yang mengeluh karena ketidakmampuan untuk mengikuti perkembangan zaman, sehingga susah untuk memantau anak-anak saat menggunakan internet. Dari situlah anak-anak berani membohongi orang tua yang tidak berdaya. Sehingga timbulah penyimpangan kepribadian yang merugikan diri mereka sendiri.Bagi orang tua yang mengikuti perkembangan zaman, sangat sedih dan prihatin melihat generasi bangsa ini. 
        Solusi yang bisa memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya diubah cara mengajar yang asal-asalan, di sekolah-sekolah diberi bimbingan tentang etika dan sopan santun, membatasi pemakaian elektronik yang berlebihan, dan perlunya perhatian lingkungan keluarga terutama dari kedua orang tuanya.
        
          

Observasi Bakat

 


Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan diatas rata-rata yang telah ada pada diri kita secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal. Sangat bagus jika sejak dini kita sudah mengetahui apa bakat kita. Karena dengan mengetahui bakat apa yang kita miliki, maka akan lebih mudah untuk kita melatihnya dan akan lebih cepat mencapai hasil yang maksimal.
         Disini saya akan bercerita tentang teman saya yang bernama Audrey Savatiara Krisner. Gadis kecil kelahiran tahun 2000 ini mempunyai bakat bermain musik. Darah musik yang mengalir di tubuh nya itu berasal dari ayahnya yang merupakan seorang musisi terkenal di Indonesia, yaitu Kak Oni n Friends. Tiara sangat mahir dalam bermain musik. Alat musik yang bisa dimainkan olehnya yaitu bass dan piano. Saya mengamati Tiara saat dia bermain bass disalah satu mall di Jakarta. Jari-jarinya sangat lihai memainkan alat musik itu. Dia juga terlihat santai dalam mengiringi orang-orang yang sedang bernyanyi. Seperti tidak ada beban. Tidak salah apabila suatu saat nanti dia akan menjadi seorang musisi, karena sudah tidak diragukan lagi akan bakatnya dalam bermain musik. Yaa....walaupun dia belum tau ingin jadi apa saat dia sudah berumur dewasa nanti. Ohiya, Tiara juga sangat lihai dalam memainkan alat musik piano. Berbagai macam lagu sering dia mainkan. Tapi sayangnya Tiara tidak pernah mencoba untuk mengikuti kompetisi-kompetisi diluar sana. 
         Menurut pengamatan saya, bakat yang dimiliki oleh Tiara berasal dari orang tuanya yaitu ayahnya yang merupakan seorang musisi dan karena rajinnya dia melatih bakatnya secara rutin. Diumurnya yang terbilang muda ini, dia sudah bisa memetik hasilnya secara maksimal.