Rani Hadyaningtyas
18514917
2PA07
Kesehatan Mental#
I.PENDAHULUAN
Kepribadian adalah kata yang begitu
umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari
kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai
keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu kesepakatan
definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan.
Sehat merupakan bagian dari harta
manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha
Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di
pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal
tersebut.
Kepribadian sehat adalah suatu
konsep yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan hangat. Sehingga
definisinya pun juga hanya menurut para ahliyang menganut suatu aliran tertentu
atau madzhabtertentu. Secara universal, orang yang dikatakan memiliki
kepribadian sehat adalah orang yang dinilai sehat dari berbagai macam aspek,
baik itu aspek psikologis, sosial, fisik, maupun religiusnya. Penilaian terhadap
aspek-aspek itulah yang sampai sekarang menjadi perdebatan karena tidak ada
standart yang menyatakan bagaimana konsep-konsep kepribadian yang sehat dan
ideal itu seperti apa.
II. TEORI
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Aliran Psikoanalisis
Sigmund
Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud
pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang
tidak normal atau menyimpang.
Sumbangan
terbesar Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak
sadar dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama
yang belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi
menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi
menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Aliran Behavioristik
Behaviorisme
atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam
psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme —
termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai
perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan
secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak
hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus
memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang
dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati
secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan).
Teori-teori
behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan
kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku
manusia adalah hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan.
Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi dasar, yaitu:
1. Perilaku
harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri individu
2. Pemahaman terhadap manusia harus
dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif à dikontrol dengan seksama dalam
eksperimen laboratorium Manusia dianalogikan atau dianggap sebagai tikus pintar
yang mempelajari labirin kehidupan. Behavioristik memiliki pandangan tentang
kehendak bebas yaitu perilaku yang ditentukan oleh lingkungan.
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Aliran Humanistik
Abraham
Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai Bapak dari psikologi humanistik.
Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan
psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri
eksistensinya.
Psikologi
humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang.
Tokoh-tokoh Psikologi Humanistik memandang behavorisme mendehumanisasi manusia.
Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang
menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah
makhluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihan-pilihannya
sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Alport
Saat ini
teori-teori Allport (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. Berikut
adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang
sehat:
1. Perluasan
Perasaan Diri
ketika seseorang menjadi matang, ia
mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. Tidak cukup sekadar
berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. Lebih dari itu, ia
harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh, yang oleh Allport disebut
"partisipasi otentik".
2. Relasi
Sosial yang Hangat
Allport membedakan dua macam kehangatan
dalam hubungan dengan orang lain, yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman
dan untuk merasa terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu
mengembangkan relasi intim dengan orangtua, anak, pasangan, dan sahabat. Ini
merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang
berkembang dengan baik.
3. Keamanan
Emosional
Kualitas utama manusia sehat adalah
penerimaan diri. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka, termasuk
kelemahan-kelemahan, dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan
tersebut. Selain itu, kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi
mereka, dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu.
4. Persepsi
Realistis
Orang-orang sehat memandang dunia
secara objektif. Sebaliknya, orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas
disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan, dan ketakutan mereka sendiri. Orang
sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau
baik menurut prasangka pribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya.
5. Keterampilan
dan Tugas
Allport menekankan pentingnya
pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Kita
perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita, dan lebih dari
itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme.
Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat, sehingga sanggup
menenggelamkan semua pertahanan ego.
6. Pemahaman
Diri
Memahami diri sendiri merupakan
suatu tugas yang sulit. Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang
kehidupan secara objektif. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut
pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya
7. Filsafat
Hidup
Orang yang sehat melihat ke depan,
didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. Ia memiliki perasaan akan
tujuan, perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi
kehidupannya. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Rogers
Pendapat
Rogers : Memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang
meliputi :
1. Perkembangan
kepribadian “self”
Inti dari teori- teori Rogers yaitu
individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan
hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan
kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri.
Rogers menerima istilah self dari pengalaman- pengalaman realita masing- masing
individu. Dalam setiap bertambahnya umur ,anak bisa berubah sifat dan perilaku.
Dan seorang ibu bisa memperhatikan perkembangan anak, dari waktu ke waktu dan
seorang ibulah yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada
baby sister
2. Peranan
positive regard dalam pembentukan kepribadian
individu
Setiap manusia memiliki kebutuhan
basic akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih, dan
sayang dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang
terbagi lagi menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat) dan
unconditional positive regard (tak bersyarat). Pribadi yang berfungsi sepeuhnya
adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa?
Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang
yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
3. Ciri-ciri
orang yang berfungsi sepenuhnya
Menurut pendapat Rogers :
Pertama, orang yang sehat secara
psikologis akan lebih mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa melihat
dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. Kedua,
manusia –manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman - pengalaman
mereka, manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan
perasaan bahagia, marah,kecewa,ketakutan, dan kelembutan mereka. Ketiga, dari
manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa
sekarang.
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Maslow
Maslow
berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia
telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing
person).
Teori Kepribadian Abraham Maslow:
1. Individu
sebagai Kesatuan Terpadu
Pertama-tama Maslow menekankan bahwa
individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi, sehingga motivasi
seseorang dalam melakukan sesuatu adalah motivsi individu seutuhnya bukan
bagian darinya. Menurut maslow manusia harus diselidiki sebagai sesuatu yang
totalitas, sebagai suatu system, setiap bagian tidak dapat dipisahkan dengan
bagian yang lain.
2. Hirarki
Kebutuhan
Maslow mengembangkan teori tentang
bagaimana semua motivasi saling berkaitan. Ia menyebut teorinya sebagai
“hirarki kebutuhan”. Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika
satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat
motivasi dari kebutuhan tersebut. Ia berpendapat bahwa pada manusia terdapat
lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1)
Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2)
Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3) Kebutuhan
rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4) Kebutuhan akan
penghargaan diri (the self-esteem needs)
5) Kebutuhan akan
aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Teori
Kepribadian Sehat Menurut Fromm
Fromm
memberikan suatu gambaran yang jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang
demikian mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran
yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki
suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar didunia,
subjek atau pelaku dari diri dan nasib, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Akan tetapi ada salah satu pengertian dimana kepribadian sehat dan produktif
benar-benar menghasilkan sesuatu dan merupakan hasil yang sangat penting dari
individu, yakni diri. Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan
melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan
mereka dan memenuhi semua kapasitas mereka.
Fromm
melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia
percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya
masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu,
bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan
masyarakat. Kerena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha
individu jika dibandingkan dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah
bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu
masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan,
ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan menghalangi pertumbuhan yang
terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat membiarkan anggota-anggotanya
mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi produktif dan kreatif,
mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektifitasnya dan mempermudah
timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.
III.
ANALISIS
Contoh Kasus
:
Pengabdian
Yang Berujung PHK,
Kasus PHK
Karyawan Securicor (238 Orang)
Setiap individu memiliki kewajiban dan hak untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai manusia yang dituntut untuk mengolah dan
menata kehidupan yang bermartabat dan layak. Maka dalam hal ini bahwa setiap
individu untuk selalu menjalankan aktifitas dengan bekerja pada berbagai sektor
kehidupan, dan salah satunya adalah bekerja sebagai karyawan buruh.
Menjadi persoalan besar pada kondisi negara kita yang
kini terpuruk, di tengah-tengah krisis ekonomi yang semakin sulit, pengangguran
dimana-mana, sulitnya lapangan kerja lebih diperparah lagi dengan menjamurnya
pemutusan hubungan kerja dan kebijakan-kebijakan yang sering kali bertentangan
dengan Undang-undang, masalah ini telah menjadi budaya dikalangan Perusahaan.
Menjadi fakta bagi karyawan buruh securicor yang telah bekerja puluhan tahun
menggantungkan nasibnya akan tetapi telah menjadi korban pemutusan hubungan
kerja (PHK).
Berawal pada tanggal 19 juli 2004 lahirlah sebuah
merger antara Group 4 Flack dengan Securicor International di tingkat
internasional. Terkait dengan adanya merger di tingkat international, maka para
karyawan PT. Securicor yang diwakili oleh Serikat Pekerja Securicor Indonesia
mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen guna untuk membicarakan status
mereka terkait dengan merger di tingkat Internasional tersebut. Akan tetapi,
pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi apapun, dan justru karyawan PT.
Securicor yang semakin bingung dengan status mereka. Bahwa kemudian, Presiden
Direktur PT Securicor Indonesia, Bill Thomas mengeluarkan pengumuman bahwa PHK
mulai terjadi, sehingga divisi PGA dan ES telah menjadi imbasnya, yang lebih
ironisnya adalah Ketua Serikat Pekerja Securicor cabang Surabaya di PHK karena
alasan perampingan yang dikarenakan adanya merger di tingkat internasional.Yang
memutuskan rapat itu adalah Branch Manager Surabaya.
Pada tanggal 8 Maret 2005. PHK ini mengakibatkan 11
karyawan kehilangan pekerjaan. Proses yang dilakukan ini juga tidak prosedural
karena tidak ada anjuran dari P4P seperti di atur dalam UU tahun 1964 tentang
PHK di atas 9 orang harus terlebih dahulu melaporkan ke instansi (P4P). Akan
tetapi pihak, PT. Securicor dan kuasa hukumnya, Elsa Syarief, SH, selalu
mengatakan tidak ada merger dan tidak ada PHK, akan tetapi pada kenyataanya
justru PHK terjadi. Mengacu pada hal tersebut dengan ketidakjelasan status
mereka maka karyawan PT. Securicor memberikan surat 0118/SP Sec/IV/2005, hal
pemberitahuan mogok kerja kepada perusahaan dan instansi yang terkait pada
tanggal 25 April 2005 sebagai akibat dari gagalnya perundingan tentang merger
(deadlock).
Persoalan ini terus bergulir dari mulai adanya
perundingan antara manajemen PT. Securicor Indonesia dengan Serikat Pekerja
Securicor Indonesia (SPSI) dimana pihak perusahaan diwakili oleh Leny Tohir
selaku Direktur Keuangan dan SPSI di wakili oleh Fitrijansyah Toisutta akan
tetapi kembali deadlock, sehingga permasalahan ini ditangani oleh pihak
Disnakertrans DKI Jakarta dan kemudian dilanjutkan ke P4P, dan P4P mengeluarkan
putusan dimana pihak pekerja dalam putusannya dimenangkan.
Fakta dari
P4P
Agar pengusaha PT.Securicor Indonesia, memanggil dan
mempekerjakan kembali pekerja Sdr. Denny Nurhendi, dkk (284 orang) pada posisi
dan jabatan semula di PT. Securicor Indonesia terhitung 7 (tujuh) hari setelah
menerima anjuran ini;
Agar pengusaha PT.Securicor Indonesia, membayarkan
upah bulan mei 2005 kepada pekerja sdr. Denni Nurhendi, dkk (284) orang;
Agar pekerja sdr. Denni Nurhendi, dkk (284) orang,
melaporkan diri untuk bekerja kembali pada pengusaha PT.Securicor Indonesia
terhitung sejak 7 (tujuh) hari sejak diterimanya surat anjuran ini;
Akan tetapi pihak perusahaan tidak menerima isi
putusan tersebut. Kemudian perusahaan melakukan banding ke PT. TUN Jakarta dan
melalui kuasa hukumnya Elsza Syarief, S.H., M.H. memberikan kejelasan bahwa
perusahaan tidak mau menerima para karyawan untuk kembali bekerja dengan alasan
Pihak Perusahaan sudah banyak yang dirugikan dan para pekerja sendiri menolak
untuk bekerja kembali sehingga sudah dianggap mengundurkan diri. Ternyata
ungkapan tersebut tidak benar dan itu hanya rekayasa perusahaan karena selama ini
berdasarkan bukti-bukti yang ada bahwa para pekerja sama sekali tidak minta
untuk di PHK dan tidak pernah mengutarakan kepada kuasa hukum perusahaan soal
pengunduran diri atapun mengeluarkan surat secara tertulis untuk minta di PHK.
Justru kuasa hukum dari perusahaan menganggap para karyawan telah melakukan
pemerasan dan melakukan intimidasi. Dan itu kebohongan besar. Sebab berdasarkan
bukti pihak pekerja hanya meminta pihak pengusaha untuk membayar pesangon
sebanyak 5 PMTK apabila terjadi PHK massal dan ternyata perusahaan tidak
merespon. Adapun terkait dengan aksi demo yang dilakukan oleh para serikat
pekerja adalah untuk meminta:
Dasar
Tuntutan
Bahwa pekerja tetap tidak pernah minta di PHK. Akan
tetapi apabila terjadi PHK massal maka para pekerja minta untuk dibayarkan
dengan ketentuan normatif 5 kali sesuai dengan pasal 156 ayat 2,3 dan 4 UU No.
13 tahun 2003
Bahwa Penggugat melakukan pemutusan hubungan kerja
bertentangan dengan pasal 3 ayat (1) UU No. 12 tahun 1964 karena penggugat
mem-PHK pekerja tidak mengajukan ijin kepada P4 Pusat
Analisa :
Kasus tersebut memiliki hubungan
dengan teori kebutuhan Abraham Maslow dimana PHK itu menyebabkan dampak
psikologis bagi orang terPHK tersebut. Hal ini dapat dilihat dimana karyawan
yang di PHK tersebut akan sulit untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari
hierarki Maslow. Dimana tingkatan pertama dari hierarki tersebut pun akan susah
di penuhi olehnya karena ia telah menjadi pengangguran. Selain itu, ia juga
tidak akan dapat memenuhi kebutuhan ‘safety’ nya karena ia tidak dapat memenuhi
kebutuhan mendasarnya. Hal ini akan mengakibatkan ia tidak dapat menaiki
tingkat kebutuhan Maslow yang lain.
IV. DAFTAR
PUSTAKA
Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan : Model – Model Kepribadian
sehat. Yogyakarta: Kanisius.
Suryabrata, S. 1982. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Kanisius
Hall S, C .,& Lindzey, G. 1993. Teori-Teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta
: Kanisius