Minggu, 09 November 2014

Tugas Ilmu Budaya Dasar

Perjuangan Hidup

         
           Ada seorang anak yang mempunyai nasib kurang beruntung. Rio namanya. Dia adalah seorang penjual tissue keliling. Di umurnya yang belum dewasa, dia sudah di tinggal mati oleh ayahnya. Sejak ayahnya meninggalkannya, dia lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Untuk menghidupi ibu dan kelima adiknya, Rio rela bekerja. Dia bekerja sebagai penjual tissue yang berkeliling mencari pembeli. Selain menjual tissue, dia juga mencari uang dengan cara mengamen. Walaupun dia bekerja hingga larut malam, tetapi dia tetap giat menuntut ilmu dengan bersekolah di sebuah sekolah yang menampung anak-anak yang kurang beruntung nasibnya. 
       Dari pagi hingga larut malam, dia rela menahan ngantuk untuk mendapatkan uang sesuai targetnya. Bila belum mencapai target, maka dia tidak akan pulang. Bila nasibnya sedang beruntung, ada orang yang berbaik hati membeli tissuenya dengan jumlah yang banyak sekaligus memberi sedekah, maka senyum sumringah terlihat di wajahnya yang lelah. Bergegas langkah mengayunkan kaki dengan hati yang gembira, mencari angkutan umum untuk pergi menyetor uang hasil penjualannya. Setelah itu, dia bergegas pulang ke rumahnya. Keesokan hari dengan rutinitas yang sama, dia kembali memenuhi kebutuhan hidup untuk ibu dan kelima adiknya.